Facebook sudah merambah ke kehidupan kita masing-masing. Sekarang kita semua dapat disebut sebagai Facebook Addicts, alias terhanyut oleh Facebook. Situs social networking ini memang adiktif, mulai dari anak-anak yang sebenarnya belum cukup umur untuk memiliki account di Facebook, hingga kakek-kakek tua yang terlalu tua untuk generasi di bawahnya.
Sebenarnya apa yang membuat Facebook itu menjadi sangat adiktif? Intinya bukan di situsnya itu sendiri, tapi siapa yang mengisi kontennya. Ya, yang mengisi kontennya bukanlah Facebook, tetapi jaringan teman kita. Karena itu, kita jadi tertarik untuk melihat apa yang mereka miliki dan apa yang mereka katakan - what they have in store. Ini juga menjelaskan terhadap fenomena berbagai macam situs social networking lainnya.
Facebook juga bisa disamakan dengan narsisme. Ketika seseorang mengupdate statusnya di Facebook, ia melakukan itu untuk mendapatkan setidaknya pengakuan - agar orang lain tahu. Sebenarnya, apakah orang lain harus tahu kita sedang berada di mana atau sedang melakukan apa? Apakah penting informasi terhadap kehidupan pribadi kita?
Pengakuan ini juga dikuatkan lagi dengan Facebook menambahkan fungsi berkomentar di hampir seluruh story atau cerita yang dimasukkan oleh sang empunya account itu sendiri. Hingga akhirnya, teman-temannya melihat, dan akan berkomentar, dan menciptakan sebuah circle of talk yang baru. Semua orang suka mengobrol, dan ya, hal ini juga menjadikan Facebook begitu adiktif.
Sayangnya, sebuah fitur yang menarik dan baik ini kurang dijaga dengan keamanan yang baik. Situs Facebook telah berkali-kali terkena serangan virus (ingat Koobface?) dan scam seperti 419 Nigeria. Data-data pribadi Anda pun sebenarnya terancam, karena hingga saat ini telah ada software yang dapat digunakan untuk menarik data pribadi dari Facebook. Mungkin Anda berfikir, apa juga yang mereka ingin lakukan terhadap account Anda? Well, jangan salah. Pikirkan skema-nya. Data pribadi Anda bisa digunakan untuk menebak password Anda di situs lain. Situs lain apa? Paypal, sebagai contoh.
Karena itu, jagalah data Anda dengan baik, jangan sampai terekam oleh para hacker.
Dengan adanya Facebook, hidup kita pun menjadi lebih nyaman, tenteram karena kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita, bahkan yang jauh entah dimana. Banyak generasi yang sudah amat terlena dengan fitur abad 21 ini. Apakah Anda salah satunya?
Tuesday, July 14, 2009
Facebook Addicts
Labels: right out of my mind, stories
Posted by arkan at 6:19 PM 0 comments
The Summer Switch
These are green fields, with sprawling greens, high trees, watery lakes, blue skies, brown paths...
And no one could live forever, even in this age of seeming eternity.
I shall live my destiny through it all.
These are snowy fields, with white ice, dead trees, frozen lakes, white skies, and no clear way to get across...
And no one could die forever, even in this age of seeming eternity.
I shall live my destiny through it all.
These are orange fields, with festive yellows, dying trees, overflowing lakes, blue skies, and a large path...
And no one could bathe in poverty forever.
I shall live my destiny through it all.
These are greenish fields, with greens all over, bushing trees, flooding lakes, grey skies, and a watery path...
And no one could forever shower in richness.
I shall live my destiny through it all.
And when a year passed through,
All life shall begin,
Death shall succumb,
And eternity shall last, now for ever.
Labels: stories
Posted by arkan at 7:03 AM 0 comments
Wednesday, April 29, 2009
5 Strange (Random) Things From Around The World
Sheriff Mike Byrd said: "When the officer got there she said, 'What's going on?' She was holding a rag on her head and talking. She was conscious, but she was confused about what had happened.
"I have no idea why I jumped the first time but when I came back up and I heard my wife screaming angrily at me I thought it was best if I left the room again - out of the window."
2. Danny Shea wins the Grand National from the grave. The man, who died several months ago, because of cancer, acquired $20,000 for his family. He left his family a $250 tip and told them to bet 100-1 Grand National outsider Mom Mome. His death wish to win was fulfilled as he won the $20k.
"He was generally pretty useless at picking winners. He didn't have much of a clue though he liked a bet. The best we hoped for was a place," she said.
Last year, brothers Barney and Daniel Jones founded the UK Church of the Jedi - which offered sermons on the Force, light sabre training, and meditation techniques.
Labels: right out of my mind, stories
Posted by arkan at 10:18 AM 0 comments
Tuesday, April 7, 2009
3 Retarded Things People Do (To Make Themselves Look Cool)
You know, there's 6 billion people in this damn, over-crowded, retarded, cursed world. Everyday we can see the same living person, or everyday what we see vary from a person to another. Some people are just retarded, some people are just cool enough to be called cool, and some people can make the hair in the back of your neck shrill because of his/her coolness.
Labels: right out of my mind, stories
Posted by arkan at 9:08 AM 0 comments
Friday, March 27, 2009
blackberry versus iphone
Gw heran kenapa blackberry disukai banyak orang. Dan jadi trend dimana-mana. Padahal apa ebatnya dah belekberi abal-abalan gitu. Bisa cuman SMS dan telpon doang. OK lah internet gratis. Tapi internet mobile man! Mau apaan lo?! Gabisa banyak juga sih.
Sementara iPhone, tinggal ke harco, unlock, beli perdana 7000 perak selesai.
Labels: right out of my mind, stories
Posted by arkan at 1:06 AM 0 comments
Wednesday, February 25, 2009
about my family: anak anti alay
Gw juga bingung harus nyebut mereka APA. Dibilang keluarga, ga ada hubungan darah, dibilang temen, well, we are friends, tapi udah kayak keluarga. Tentang apa? Tentang grup Anak Anti Alay (A3). Grup ini, yang eksis di keduanya: dunia maya dan dunia real, bermulai dari sebuah grup kecil di Friendster.
Labels: stories
Posted by arkan at 2:09 AM 4 comments
Saturday, February 21, 2009
god-damn graphic card.
Gw selalu benci sama yang namanya: "GRAPHIC CARD ATI". Kenapa? Karena mereka itu selalu full of bugs. Dan kenapa posting gw hari ini tentang graphic card ati?
Labels: stories
Posted by arkan at 6:41 AM 0 comments
Tuesday, February 10, 2009
Why is my life so boring?
Setiap hari, gitu-gitu... aja. The same school, the same class, the same friends, the same seat, the same bag, the same jacket... The same walking to the front of my alley, the same angkots to Ciputat, the same walks to school from angkots. The same phone, the same iPod, the same shoes, the same things... I hate routinity.
Semuanya sama, dan gw kesel. Gw benci stagnasi. Gw benci kestabilan dan ke-biasa-an. Gw benci dateng ke sekolah tiap hari dengan posisi kelas yang sama. Kenapa gak kelas gw pindah2 sih?
Z I hate routinity.
Labels: stories
Posted by arkan at 1:13 AM 0 comments
Saturday, February 7, 2009
Turkish Friends...
I have lots, I mean LOTS, of Turkish Friends.
Labels: stories
Posted by arkan at 6:30 PM 0 comments
Fogging? Fogging?
Pagi-pagi rumah nenek gw difogging. Jam 7.
Labels: stories
Posted by arkan at 6:22 PM 0 comments
Tuesday, February 3, 2009
Kelas gw
Post kali ini tentang kelas gw.
Jadi gini, ada sebuah assignment yang diberikan guru gw kepada kelas gw yang sudah dipecah-pecah dan dihancur-leburkan menjadi kelompok-kelompok: buat sebuah website statis.
Waktunya dikasih 1 bulan untuk melakukan segalanya yang penting, dan - uh - bikin leot, konsep dan akhirnya jadilah sebuah website.
Awalnya gw berniat bikin pake template, yaitu website udah jadi tinggal edit. Masalahnya 'ngeditnya susah'. Akhirnya, demi orisinalitas, klompok gw bikin website sendiri.
Nah. Udah di bikin sedemikian rupa, dan sudah dipresentasikan ke kelompok gw, ternyata jreng. Ga disukai. Yaudah, akhirnya direject, dan terpaksa bikin baru. BTW waktu sudah mendesak. Tinggal beberapa minggu lagi.
Dua hari sebelum launch. Websitenya belum jadi! WAKKK! Akhirnya gw meracik sebuah website darurat, mengeditnya, ngisi konten... dan Alhamdulillah, jadilah sebuah template yang bagus. Hari Senin, 2 Februari 2009, akhirnya gw presentasiin ke kelompok gw. Wah, syukur diterima.
Tapi di ujungnya, kita masih ada beberapa last-minutes to catch up. Akhirnya berhasil juga gw bikin website itu, sampe-sampe gw bawa laptop gw ke sekolah. Yaampun, website yang mengacaukan perhatian.
Tapi akhirnya berhasil juga. Dan akan segera di host. http://www.xiasat.co.cc. Get there guys! Tapi, websitenya masih jelek. Belum sempurna. Tar gw edit lagi deh. :)
Labels: stories
Posted by arkan at 12:22 AM 0 comments
Sunday, February 1, 2009
First of February
Hoahm. Gw ngantuk banget dah. Padahal udah sore. Gw masih harus menyelesaikan website tugas gw, haduuuhhh... Males banget dah.
Hari ini gw ganti layoutnya secara drastis. Well, not practically today, though. It was last night. Last morning actually. Akhirnya jadi kayak website Microsoft + Facebook. Aneh? Ga juga sih, elegan dan simpel dan fungsional.
Huah, lagi males nulis. Ntar lagi deh ya.
Labels: stories
Posted by arkan at 3:03 AM 0 comments
Silent Rain
A girl's hold
The lesser the thought
And the meaner of the demeanor
Shall include thou savior
I see the girl
Walking as by
And sitting on the chair
Of the leftover jump
As of love
And of gratefulness
Will scarce beneath
of Evil and the Darkness
And the silent rain
Washed by
The grass, the animals, and the trees
And thou shalt feel
The innocent dream of our being.
"Silent Rain" was composed in Jakarta, Indonesia by Arkan La Sida under a heavy rain. Its copyright is protected by MyFreeCopyright.com. All Rights Reserved.
Labels: friends, right out of my mind, stories
Posted by arkan at 1:39 AM 0 comments
Friday, January 30, 2009
ORDERAN BARU!
Gw tadi malem baru dapet beberapa job opportunities yang baru. Menyenangkan banget, beberapa diantaranya termasuk jadi seorang webmaster, yang satu lagi jadi editor video buat kampanye caleg-caleg di kawasan Pamulang, Ciputat, dan Jakarta sekitarnya.
Budgetnya minta ke caleg cuma 2 juta, dan dari 2 juta itu, gw bisa dapet up to 300 ribu... lumayan lah. Abis itu, gw juga diminta untuk jadi webmaster dari website official Tito Soemarsono, si musikus dan composer lumayan-terkenal itu, yang bikin lagu yang suka dinyanyiin Peterpan itu. Websitenya kini udah aktif di http://www.titosoemarsono.co.cc, cuma belum banyak kontennya karena juga kita belum dapat masukan dari orangnya sendiri.
Nah, buat nge-webmaster ini gw bisa minta berapa aja sesuai budget menentukan. Masalahnya kan harus tekun. Pake Joomla doang lagi. Widih widih kalo gw minta 250ribu kan udah lumayan, soalnya kan gw harus ke warnet tiap hari, terus masuk-masukin konten, upload, download, segala macem, ribet lah. Kalo cuman one-time usage gw bakalan minta 250ribu, tapi kalo per bulannya gw minta 100 ribu lah! Lumayan sih buat masterin website kecil-kecilan doang.
Tapi ada hidden secretnya. Ntar kalo websitenya udah gede, rame pengunjung, gw bakal minta lebih banyak! Haha.
Labels: stories
Posted by arkan at 10:24 PM 0 comments
Guru Gw Yang ZZ
Di sekolah gw, ada seorang guru. Gw gak terlalu suka sama nih guru, dengan alasan-alasan sebagai berikut:
~ nggak bisa ngebawain materi
maksudnya? ya iya, dia nggak bisa membawakan materi dengan baik. Kenapa? Karena all she does is talk, talk, talk and talk. Cuma ngomong, ngomong, dan ngomong. Di otak manusia, itu ada tiga jenis pembelajaran: Visual, Auditorial, dan Kinetik. Yang visual lebih tertarik sama cara belajar lewat tulisan dan apa yang dilihat, auditorial lebih tertarik sama cara belajar melalui mendengarkan, dan kinetik lebih tertarik jika diperagakan.
Sementara kebanyakan warga kelas gw adalah Visual. Artinya, kita harus punya sesuatu untuk dilihat - ga cuma didengar. Ternyata ni guru adalah sebaliknya - dia cuma ngomong, ngomong, dan ngomong.
Sekolah gw ngasih dua jam untuk pelajaran dia sehari, dan sejam paling-paling dia cuma ngomong, ngomong, ngomong dan ngomong, TANPA MENULIS APAPUN DI PAPAN TULIS, sementara sejam kemudian siswa disuruh mengerjakan soal.
~ ketuaan untuk mengajar
come on, kita semua tau, guru muda itu selalu lebih baik untuk mengajar karena lebih "atraktif" di mata-mata remaja yang hormonnya masih menggebu-gebu. akui aja. Umur dia udah 51, bentar lagi pensiun.
~ we've lost respect
karena kekecewaan gw dan temen-temen gw untuk mendapatkan sebuah guru yang kompeten, akhirnya beberapa dari kita kehilangan respek untuk dia. Ujung-ujungnya, pelajaran ga ada yang masuk. (yah, kalo diperhatiin juga ga bisa masuk sih, z.)
~ sensitif
seperti orang-orang tua lainnya, dia juga sensitif. Amat sensitif. Gampang banget marah, dan kita semua tau guru yang gampang marah itu KAMPRET. Ga ada yang suka.
See, if we had better teacher we would have better learnings... but no... I hate my school.
Labels: friends, school, stories
Posted by arkan at 9:59 PM 0 comments
Thursday, January 29, 2009
Rock Legends
Siapa yang pake Facebook? Siapa yang nggak? Kalo gw nanyain pertanyaan ini sama seluruh temen sekelas gw, pasti jawaban kedua dikit.
Siapa yang main game di Facebook? Siapa yang nggak? Kalo gw nanyain pertanyaan ini sama seluruh temen sekelas gw, gw yakin jawaban PERTAMA yang dikit.
Termasuk gw. Gw sebenernya bukan orang yang suka main game di Facebook, karena gw anggap cuma buang-buang waktu doang. Hey, Facebook is a social site, dammit. Facebook is not Games.co.id!
Paling nggak gitu gw mikirnya, sebelum gw main sebuah game yang bernama Rock Legends. Gw terpengaruh sama temen-temen online gw, yang baik-baik semua, dan hampir semuanya pada main Rock Legends. Rock Legends? Ah, berhubung kekuatan intuisi gw yang menyuruh gw untuk ga main game di Facebook kalah oleh kekuatan "ikut campur pikiran" para temen-temen gw, akhirnya gw main juga tuh game.
Eh, ternyata asyik. Formatnya kayak ngeband gitu. Tapi kali ini, yah, kayak cuma main database doang. Inget Football Champions 2006? Ya kayak gitu. "Ronaldo passes." "Rooney takes the ball; hits it to Park." "GOAL!" Ya kayak gitu, cuma gitu doang. Permainan kata.
Tapi asyik! Temen-temen gw udah banyak yang disitu. Jadi ada sistem yang namanya sistem kontrak. Kita bisa "ngontrak" temen-temen lo buat main di band lo. Beberapa, kayak Christian dan Mansei, kontraknya mahal bener. Si Danar atau Chandcut apalagi, bisa ampe $3,000-an. (standar murah di RL = $50). Sayangnya kontrak gw cuma seharga $76 hiks.
Top 3 di Charts? Pertama si Chandcut, kedua si Danar, ketiga si Ian. GW KEEMPAT. Jah, akhirnya, karena jarak gw dan Ian deket, gw berusaha mencoba untuk masuk ke posisi nomor 3. Setelah berusaha keras akhir-akhir ini, widih widih, dengan energi penuh selama dua hari dan hampir koneksi internet yang terputus selama semalam karena gw ga ada internet jadi harus ke warnet, akhirnya berhasil! Hehehe.
Wah, ternyata gw udah kecanduan banget ya, ngetiknya nafsu. =="
Posted by arkan at 11:25 PM 4 comments
Siapa Suka Turunin Harga Bensin?
Gw adalah seorang yang akrab dengan siapa aja. Termasuk dengan para supir angkot. Malu bertemen sama supir angkot? Nggak kok. Supir angkot itu kadang ramah, asyik diajak ngobrol, dan dengan mereka, lo jadi tambah pengalaman tentang orang-orang yang dibawah lo.
"Harga bensin turun ga ada pengaruhnya," kata bang Rumin, seorang supir angkot D02 Ciputat - Pd. Labu. "Setoran ga turun, ya sama aja." keluhnya.
Setoran? Mungkin kalian ga ngerti apa maksudnya setoran. Berkali-kali naik angkot tapi ga tau apa itu yang namanya setoran supir angkot. Ya, para supir angkot itu kan ga punya mobil sendiri. Kebanyakan nyewa dari juragan angkot yang notabene harus membayar sewa di pangkalan malamnya. Tapi kadang setoran ini ga cukup, seperti yang dialami bang Rumin. Kadang gw kasihan sampe-sampe nambahin ongkos buat mereka.
"Tadi dapet cuma Rp. 16.000. Buat bensin aja nggak cukup!" tandas Mang Kardi, juga seorang supir angkot D02. Gw memang akrab sama kebanyakan supir angkot D02, soalnya itu rute favorit gw tiap hari Rabu dimana gw pulang ke rumah nenek gw. "Sekarang gini, pemerintah nurunin bensin kan cuma cari massa, gitu," katanya. Gw percaya ga percaya, karena banyak propaganda partai oposisi yang bentuknya nyeleneh kayak gini.
"Tapi, Bang," kata gw. "Yang gw keselin itu, Organda! Kemarin kan bensin naik mereka langsung naikin harga 100%. Dari 1000 jadi 2000. Sekarang kan suruh turunin aja nggak mau."
"Ya kan onderdil masih mahal dek," kata Mang Kardi membela diri.
"Ya kan onderdil ga tiap hari, Mang," kata gw.
"Lah itu oli? Oli tiap tiga hari kan ganti?"
Gw diem, merasa kalah. Mang Kardi merasakan ini dan dia nggak ngelanjutin juga. Akhirnya dia bilang, "Lo sekolah hari Senin besok, jalan pagi dek." katanya. Gw penasaran. "Kenapa?"
"Itu, para supir angkot mau demo. Kita mau mogok. Habis, bensin udah turun, tapi kenapa setoran gak turun-turun. Dari dulu Rp. 100.000 aja. Kalo jadi, ya, kita mau demo. Semuanya. Makanya, pergi pagi."
Meskipun gw penasaran bagaimana pergi pagi bakalan ngaruh sama perjalanan gw kalo supir angkot semuanya pada mogok, akhirnya gw diem aja. Sampai di tujuan gw, gw berterimakasih seperti biasa dan membayar Rp. 3.000, ongkos biasa dari Ciputat - Pd. Labu.
Kamis, 29 Januari 2009, gw pulang dari sekolah gw, naik angkot 29 biru biasa. Masih penasaran dengan masalah demo ini, gw ngobrol dengan supir angkotnya, yang gw ga kenal namanya.
"Bang, boleh nanya gak?" gw mulai pembicaraan, karena ga ada orang juga selain gw, dan abangnya iya-iya aja.
"Katanya hari Senin mau demo ya bang? Supir angkot?"
Mukanya biasa aja. Abis itu dia jawab, "Demo apaan dek?"
"Lah kemaren kata supir D02 mau ada demo? Katanya setoran ga turun?"
"Yah itu mah trayek mereka doang kali. Kalo kita mah nggak dek. Emang kenapa mereka pada demo?"
Gw lega sekaligus males ngedenger ini. Karena kalo supir angkot pada demo, berarti Senin besok gw meliburkan diri, tapi ternyata supir 29 ga mogok.
"Katanya setoran ga turun bang, padahal bensin udah turun."
"Yah, itu mah biasa dek. Orang dulu bensin naik mereka ga naikin setoran, ngapain kita demo?"
The wise side of supir angkots.
Labels: stories
Posted by arkan at 1:12 AM 0 comments